Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Hari Guru, PGRI Jual Paksa Kartu AS Telkomsel


Srie, - Ada saja kreatifitas pengurus PGRI di Kabupaten Kuningan Jawa Barat, khususnya di Kecamatan Kalimanggis. Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada hari Minggu, 25 Nopember 2012 ini, pengurus PGRI jualan kartu As milik perusahaan Telkomsel.
Entah, bagaimana latar belakangnya sehingga banyak guru yang akhirnya diwajibkan beli kartu perdana tersebut. Masalahnya, penjualan kartu ini terkesan maksa alias jual dedet, melalui cara pemotongan gaji guru yang akan jatuh pada tanggal 3 Desember 2012, pekan depan.

Untuk keperluan Hari Guru Nasional (HGN) ini, guru-guru dipotong Rp 20.000,- per guru, dengan rincian, (1) untuk dana kegiatan sebesar Rp 10.000,- dan (2) untuk pembelian kartu perdana As sebesar Rp 10.000,-.
Anehnya, meskipun guru sudah memiliki kartu handphone, namun tetap “dipaksa” untuk membeli kartu AS yang sudah langsung diaktifkan. Jelas, bagi guru, ini hampir tidak ada gunanya, karena guru-guru sudah memiliki nomor kartu yang sudah lama ada.
Jadi, apa maksudnya PGRI memaksakan guru untuk membeli kartu tersebut? Berapa rupiah yang diperoleh PGRI dengan cara jualan paksa, yang berdasarkan informasi telah bekerjasama dengan Kepala Sekolah?
Seorang pejabat di PGRI kalimanggis mengungkapkan, bahwa penjualan kartu AS tersebut merupakan instruksi dari PGRI Kabupaten Kuningan, yang telah berkomitmen untuk menggunakan kartu AS sebagai saran untuk berkomunikasi bagi para guru setempat.
“Memang benar, itu sudah komitmen di Kabupaten. Itu sudah instruksi dari kabupaten, agar kartu bisa dimanfaatkan untuk sarana komunikasi di komunitas guru,” ujar pimpinan PGRI tersebut.
Sudah saatnya, cara-cara pengumpulan dana yang tidak masuk akal seperti ini tidak digunakan lagi. Tentu, dari segi nilai rupiahnya tergolong kecil, akan tetapi akumulasi dari sekian banyak guru tentu saja lumayan besar untuk ukuran jumlah di sebuah daerah tertentu.
Terlebih lagi, cara yang digunakan jelas tidak cerdas, sama persis menggunakan cara-cara orde baru yang sudah usang. Yakni, menggunakan kekuasaan untuk memotong uang yang merupakan hak guru dari gaji yang diterimanya tiap bulan.
Di luar masalah itu, penggunaan dananya pun tidak transparan, tentu akan membuka celah yang tidak diinginkan. Sayang, jika hari guru yang dibanggakan tercoreng oleh cara-cara yang kurang edukatif seperti itu.
Semoga, tidak terulang lagi. ***[Srie]
Selamat Hari Guru, salam persahabatan.


Komentar

  1. Parah ya..itu pejabat pengen sakaratul mautnya napas dedet tah.. aamiiin!

    BalasHapus
  2. buat apa ya,,,, trus hasil jualanya buat apa ?????????

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bangkitnya Ekonomi Syariah, Saatnya Dukung Nyata Bebas Bunga

Oleh Sri Endang Susetiawati Perkembangan ekonomi syariah, kini telah memasuki babak baru, di mana kehadirannya kian diperhitungkan di dunia. Adiwarman A. Karim menyebutnya sebagai kebangkitan ekonomi dan keuangan  syariah di dunia yang ditandai oleh adanya tiga indikator penting. Pertama, semakin besarnya volume dan transaksi bisnis berbasiskan syariah; kedua, semakin menguatnya pembangunan infrastruktur kelembagaan yang mendukung perkembangan ekonomi dan keuangan syariah; dan ketiga, penyebaran institusi keuangan syariah yang semakin meluas ke berbagai belahan dunia. Pada indikator pertama, berdasarkan data dalam Ten-Year Framework and Strategies (IFSB, 2007), volume dan transaksi bisnis berdasarkan prinsip syariah secara global telah mengalami pertumbuhan pada kisaran 15-20 % per tahun. Pada kurun waktu ini, terdapat 284 institusi keuangan syariah yang mengelola dana lebih dari US$ 350 milyar, dan beroperasi di 75 negara di dunia. Sekitar USS 300 milyar tertanam di perbankan syaria…

Ironi Kedele di Negeri Tahu Tempe

Oleh Sri Endang Susetiawati
Dalam tiga pekan terakhir ini, mata uang rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sempat terpuruk hingga menyentuh angka Rp 12.000,- per dollar AS. Padahal, sebulan lalu, 1 dollar AS masih diperdagangkan pada kisaran angka di bawah Rp 10.000.
Di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI), pada saat yang hampir bersamaan, indeks harga saham gabungan (IHSG) sempat menembus angka di bawah 4000, atau terendah dalam 3 tahun terakhir.  Padahal,  di awal tahun ini, IHSG bahkan sempat memecahkan rekor angka 5000, atau tepatnya 5010,907 pada 19/4/2013, atau angka tertinggi sepanjang sejarah kehadiran bursa saham di negeri ini.
Terpuruknya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS yang hampir seiring dengan kian melemahnya nilai IHSG sempat mengingatkan kembali peristiwa sekitar 15 tahun lalu ketika Indonesia memasuki krisis ekonomi, kemudian krisis politik yang menyebabkan kejatuhan rezim Orde Baru (Orba).
Meski selalu ditepis oleh pemerintah, bayang-bayang krisis ekonomi…

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…