Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Kurikulum Baru Seharusnya Diujicoba Dulu, Minimal 1 Semester


JAKARTA--MICOM: Kurikulum baru seharusnya diuji coba minimal sebanyak satu semester. Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti kepadaMedia Indonesia. 
"Dengan luas wilayah sebesar Indonesia, idealnya uji publik dilakukan dengan mengategorikan berdasarkan daerah terpencil, sedang atau daerah  maju," ujar dia saat dihubungi Selasa (27/11). 
Retno mengungkapkan jumlah tempat uji publik harus didasarkan kepada kemajemukan dan karakteristik yang ada. 

Ia mengatakan uji coba idealnya dilakukan selama satu tahun dengan sampel sekolah dan wilayah yang memperhitungkan keberagaman yang ada. "Kurikukulum itu bisa saja pas untuk orang kota tapi bisa juga tidak realistis diterapkan di tempat terpencil. Ingat, Indonesia bukan hanya Jakarta," jelasnya 
Bila menggunakan prinsip representatif, uji publik di lima kota besar dan 33 kabupaten kota tidak cukup memadai. Hasilnya tidak akan optimal, lanjut Retno, mengingat jumlah dan luas wilayah Indonesia. 
Ia menyayangkan uji publik hanya dilakukan di 33 kabupaten kota sementara jumlah kabupaten kota di Indonesia mencapai hampir 500 dengan jumlah siswa mencapai 70 juta dan jumlah guru 2,9 juta orang. 
FSGI juga kecewa karena dalam penyusunan kurikulum 2013 sejak awal tidak pernah melibatkan guru. Hal itu, sebut Retno, pernah dinyatakan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim bahwa guru hanya dilibatkan pada saat uji publik dengan alasan guru hanya berperan pada tingkat implementasi. 
“Sikap ini jelas menunjukkan guru dianggap hanya pelaksana yang harus mentah-mentah menerima kurikulum yang sudah dibuatkan para ahli dan para profesor. Suka atau tidak suka, guru harus menjalankan kurikulum yang sudah disusun tersebut," cetus Retno. 
FSGI sendiri dikatakan Retno sudah menegaskan empat hal terkait kurikulum baru. Keempat hal tersebut adalah Kemendikbud wajib mempublikasikan hasil evaluasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke masyarakat sehingga masyarakat dapat menerima perubahan kurikulum dan perubahan kurikulum harus ditinjau ulang secara komprehensif dengan melibatkan guru dalam penyusunan kurikulum sejak awal. (*/OL-8) 
Baca Juga

Komentar