Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Diusulkan Tiap Bulan


JAKARTA, KOMPAS.com - Pembayaran tunjangan profesi guru, diusulkan untuk dilakukan tiap bulan. Dengan demikian, guru dapat mengetahui ketepatan jumlahnya, serta potongan pajaknya. Pembayaran diusulkan dilakukan pada akhir bulan.
"Kalau sekarang ini, kami tidak tahu patokan yang dipakai pemerintah untuk membayar tunjangan profesi tiap guru. Kalau dicek, jumlahnya tidak sama dengan gaji pokok yang sekarang," kata Retno Listyarti, Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Selasa (6/11/2012) di Jakarta.

Dari laporan guru yang dihimpun FSGI di 29 daerah, para guru umumnya terlambat menerima pembayaran tunjangan profesi. Hanya guru di Kabupaten Way Kanan, Lampung, yang melaporkan pembayaran tepat waktu per tri wulan.
Di pengujung tahun ini, ada guru yang belum dibayar tiga bulan hingga enam bulan. Pejabat dinas pendidikan di Kota Bogor, Jawa Barat dan Kabupaten Pandeglang, Banten, misalnya, terang-terangan menyatakan tidak bisa membayar tunjangan profesi penuh 12 bulan karena transfer dana dari pusat kurang.
Ketidakberesan dalam penyaluran tunjangan profesi guru, sepertinya sengaja dibuat-buat oleh birokrat. "Tidak ada niat baik untuk segera memperbaiki masalah yang rutin tiap tahun, dalam penyaluran tunjangan profesi pada guru," kata Heru Purnomo, pengurus FGSI. [Editor: Agus Mulyadi]


Baca Juga

Komentar

  1. wah benar itu ,, di temat saya juga bnyak guru yang belum daper gaji

    BalasHapus

Posting Komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).