Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Tahun Depan, Masjid Dijadikan Basis PAUD



JAKARTA--MICOM: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mulai tahun ajaran 2013/2014 akan menyelenggarakan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis masjid.    

Kegiatan ini menggandeng Dewan Masjid Indonesia (DMI) dengan melakukan pendampingan dan pengembangan mutu layanan PAUD kepada masjid-masjid di seluruh Indonesia. 
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menyampaikan penyelenggaraan PAUD membutuhkan fasilitas yang besar. 
"Sarana ibadah seperti masjid, gereja, dan pura dapat dimanfaatkan untuk menyelenggarakan PAUD. Rumah-rumah ibadah tidak 24 jam dipakai, sehingga dapat dimanfaatkan untuk pendidikan terutama PAUD," katanya usai melakukan penandatanganan kesepahaman bersama dengan Ketua DMI Jusuf Kalla tentang Penyelenggaraan Program PAUD di masjid-masjid Seluruh Indonesia di Kemdikbud, Jakarta, Selasa (20/11). 
Mendikbud mengatakan, tugas kementerian bukan semata-mata sebagai penyelenggara pendidikan tunggal. Pihaknya mendorong partisipasi dari masyarakat. 
"Akar pendidikan itu tidak ditumpu oleh faktor pemerintah saja, tetapi masyarakat juga, sehingga basisnya lebih kuat," katanya. 
Mendikbud menjelaskan, tidak semua masjid akan digunakan untuk PAUD. Kriterianya, kata dia, setidaknya masjid memiliki halaman dan ada ruang yang bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran. Setelah memenuhi syarat kemudian dikeluarkan izin. 
"Secara legal disiapkan dalam waktu enam bulan (mulai) pertengahan Juni 2013. Institusi penyelenggara PAUD harus resmi dan calon guru dilatih secara khusus," katanya. 
Adapun pendanaan penyelenggaraan PAUD dilakukan bersama-sama antara Kemdikbud dan DMI. Kerja sama yang sama juga akan dilakukan dengan komunitas nasrani, Hindu, dan Budha.  "Yang kita dorong anak-anak dari keluarga menengah ke bawah," katanya. 
Jusuf Kalla mengatakan, masjid dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. 
Menurut dia, hampir semua masjid ada unsur pendidikan baik pendidikan agama dan pendidikan Alquran. 
Masjid, kata dia, mempunyai perguruan tinggi dan sebaliknya lembaga pendidikan mempunyai masjid. Dia menyebutkan, jumlah masjid di Indonesia hampir 800 ribu termasuk mushola dan surau. 
"Dengan PAUD di masjid berarti sejak awal anak ada di masjid maka jiwa keagamaan akan lebih baik. Mudah-mudahan dengan kerja sama ini akan meningkatkan modal pendidikan keagamaan dan keimanan anak-anak kita," katanya. (Ant/OL-9) 


Baca Juga

Komentar