Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Panja DPR Tahan Anggaran Kurikulum Sebesar Rp 684,4 Miliar?

Srie, - Agaknya prores pergantian kurikulum tidak akan berlangsung mulus sesuai dengan apa yang dirancang oleh Mendkikbud. Paling tidak, dari segi anggaran akan ada masalah ketika Panja Kurikulum Komisi X DPR mulai menentukan sikapnya.
Sejak akhir bulan Nopember lalu, Panja Kurikulum ini sebenarnya telah meminta Kemdikbud agar menuda rencana perubahan kurikulum. Pokok alasannya, pihak Kemdikbud belum melakukan riset dan evaluasi yang sungguh-sungguh dan menyeluruh atas kurikulum sebelumnya.
Keresahan masyarakat atas rencana perubahan kurikulum, kemudian dijadikan alasan Panja Kurikulum untuk melakukan intervensi. Yakni, DPR menunda rekomendasi, terutama terkait dengan penganggaran untuk pelatihan guru dan pengadaan buku baru.
"Saya tahu kurikulum itu wewenang pemerintah. Tapi kalau sudah membuat resah masyarakat, DPR tentu tak ada salahnya turun," kata anggota Panja Kurikulum, Ferdiansyah di Jakarta, Rabu (19/12), sebagaimana diberitakan di sini.
Ferdiansyah mengatakan, pihaknya mempersilakan Kemdikbud untuk melanjutkan tahapan uji publik yang masih berlangsung hingga akhir pekan ini. Anggaran untuk keperluan uji publik di berbagai kota pun tidak akan dipermasalahkan oleh DPR.
Akan tetapi, khusus anggaran untuk pelatihan guru dan pengadaan buku, Panja belum menyetujuinya. Artinya, anggaran yang diperuntukkan dalam rangka pelatihan sebagai persiapan sosialisasi kurikulum baru dan anggaran pengadaan buku baru yang dijadikan pegangan bagi siswa dan guru itu akan ditahan untuk sementara.
"Kami menyetujui yang lain kecuali anggaran pelatihan guru dan pengadaan buku. Itu menunggu hasil Panja Kurikulum," tutur Ferdiansyah.
Berdasarkan data yang dipegang oleh Panja Kurikulum, ternyata anggaran pergantian kurikulum mencapai Rp 684,4 milyar. Jumlah anggaran ini terbagi menjadi dua bagian berdasarkan masing-masing direktorat pembinaan pada tiap jenjang sekolah, yakni Dit. PSD dan Dit. PSMP, serta Dit. PSMA dan Dit. PSMK.


Anehnya, pihak Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemdikbud sendiri masih kebingungan. Ferdiansyah sempat mendengar langsung dari pejabat bersangkutan yang mengatakan tidak ada anggaran pelatihan guru untuk perispan kurikulum baru
"Tidak ada anggaran pelatihan katanya. Adanya anggaran untuk bintek. Ini pola penganggarannya masih membingungkan," jelas Ferdiansyah.
Membingungkan? Sekadar basa-basi, ngeles ataukah pertanda persiapan perubahan kurikulum yang kurang matang? Entahlah. *** [Srie]

Baca Juga

Komentar