Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Upah Minimum Guru Akan Segera Dibahas Oleh Kemdikbud


Gaji minimum guru honorer
Srie, - Keluhan yang disampaikan oleh para guru, terutama guru honorer, terkait masalah standar gaji minimum yang diterima, agaknya akan ditindaklanjuti oleh pihak kemdikbud. Mendikbud, Mohammad Nuh mengatakan, masalah yang berkaitan langsung dengan tingkat kesejahteraan guru honorer ini akan segera dibahas di Kementeriannya.

Menurut Mendikbud, masih banyaknya guru honorer yang memperoleh gaji di bawah upah minimum regional (UMR) perlu diberikan solusi mengenai upah minimum guru yang seharusnya diterima. Pada sisi lain, upah minimum ini juga harus disesuaikan dengan beban minimum mengajar yang harus dipenuhi oleh para guru.
"Ini penting sekali. Tapi honor minimum ini harus dikaitkan dengan beban minimum. Jangan nanti karena ada honor minimum terus mengajar tidak sesuai jam. Atau misalnya yang satu ngajar lima jam dan yang satu 24 jam tapi nuntut sama," kata Nuh, seusai acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional 2012 dan HUT Ke-67 PGRI di Sentul International Convention Centre, Bogor, Selasa (4/12), seperti dikutip dari Kompas.com.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar PGRI, Sulistiyo, menyatakan dukungannya atas gagasan penetapan upah minimum bagi guru. Menurut Sulistiyo, dirinya pun tidak keberatan dengan adanya rencana penetapan upah minimum guru dikaitkan dengan beban minimum mengajar.
Karena, menurutnya, rencana tersebut dapat menjadi solusi masalah kesejahteraan guru honorer yang masih memprihatinkan (Baca juga: Nasib Guru Honorer Masih memprihatinkan).
"Tidak masalah jika memang mau dikaitkan dengan beban minimum mengajar. Ini agar ada batasan dan tidak semaunya," ujar Sulistiyo.
Wacana mengenai perlunya batasan upah minimum bagi guru honorer kembali mengemuka saat publik mengetahui adanya Perda Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang akan mengatur mengenai standarisasi gaji guru honorer di wilayah ini.
Berbagai pihak, termasuk Mendikbud, Mohammad Nuh sendiri, menyambut positif mengenai rencana pemberlakuan Perda tersebut yang dimulai pada tahun 2014. Berita mengenai hal ini dapat dibaca di sini. *** [Srie]


Baca Juga

Komentar