Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2013

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Kemdikbud Keluarkan Surat Edaran Transisi RSBI Menjadi Sekolah Reguler, Download Di Sini!

Srie, - Hari Rabu (30/1) kemarin, Mendikbud, Mohammad Nuh, secara resmi mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan transisi RSBI. Surat Edaran ini merupakan bagian dari tindak lanjut pertemuan Mendikbud dengan para kepala dinas pendidikan se-Indonesia pada 21 Januari lalu.
Dalam surat yang ditujukan kepada para Gubernur/Bupati/Walikota dan para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota tersebut, Mendikbud menegaskan sejumlah kebijakannya terkait pasca putusan Mahkamah Konstkitusi (MK) pada 8/Januari 2013 yang mencabut dasar hukum penyelenggaraan sekolah RSBI.
Dalam surat edaran yang bernomor 017/MPK/SE/2013 tersebut ditegaskan, bahwa secara kelembagaan, status sekolah eks RSBI menjadi sekolah reguler yang pembinaannya dilakukan oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota.
Dengan demikian, penggunaan papan nama, kop surat dan stempel RSBI sudah tidak diperbolehkan lagi dalam proses administrasi atau manajemen sekolah.
"Sekolah reguler itu maknanya sekolah biasa. Selesaikan du…

Download, Jadwal Lengkap Ujian Nasional (UN) 2013

Srie, - Hari Rabu (30/1) kemarin, Kemdikbud merilis jadwal Ujian Nasional (UN) Tahun 2013 untuk tingkat SD hingga SMA/sederajat. Rilis jadwal tersebut dilakukan melalui laman resmi Balitbang Kemdikbud.
Untuk tingkat SMA/sederajat, UN dilaksanakan pada tanggal 15-18 April 2013. Untuk tingkat SMP/sederajat, UN diselenggarakan pada tanggal 22-25 April 2013. Sedangkan untuk tingkat SD/MI, UN diadakan pada tanggal 6-8 Mei 2013. Sementara itu, untuk pengumuman hasil UN, akan dilaksanakan pada tanggal 25 Mei 2013 (tingkat SMA/sederajat), tanggal 1 Juni 2013 (tingkat SMP/sederajat), dan tanggal 8 Juni 2013 untuk jenjang SD/sederajat. Dalam jadwal inipun disertakan pula tanggal susulan UN. Untuk lebih lengkapnya silakan baca lampiran di bawah ini, atau langsung mengunduhnya. Semoga bermanfaat. *** [Srie] Catatan: Jadwal ini bersumber dari laman Kemdiknas.go.id


Jadwal UN 2013 -

Sekolah Eks RSBI Masih Boleh Pungut SPP, Pungutan Baru Dilarang!

Srie,- Hampir dua pekan pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membatalkan landasan hukum penyelenggaraan RSB/SBI, Kemdikbud menggelar pertemuan dengan para Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) se-Indonesia, di Jakarta, Senin (21/1) ini. Berbagai masalah dibahas terkait tindak lanjut sekolah yang kini telah dilarang menggunakan label internasional itu. Apa saja hasilnya? Salah satunya adalah mengenai ketentuan yang masih membolehkan sekolah eks RSBI/SBI tetap mengutip iuran bulan kepada orang tua siswa hingga tahun ajaran berakhir pada Juni mendatang. Mendikbud, Mohammad Nuh mengatakan, karena proses pembelajaran harus terus jalan, maka kemungkinan besar iuran sekolah per bulan atau biasa dikenal SPP akan terus berlanjut hingga pergantian tahun ajaran. “Kalau SPP, kemungkinan besar terus sampai tahun ajaran baru nanti, karena proses pembelajaran harus berjalan,” kata Nuh, Senin (21/1), sebagaiman diberitakan di sini. Nuh menjelaskan, setiap tahun sekolah merancang program pembelajaran p…

Tunjangan Sertifikasi Guru Telat, Pusat-Daerah Saling Lempar Tanggung Jawab?

Srie, Keterlambatan pembayaran tunjangan profesi guru (TPG) kembali menjadi ajang saling lempar tanggung jawab dan saling menyalahkan antara pemerintah pusat dan daerah. PGRI sempat menuding bahwa pembayaran TPG yang sering terlambat dan tidak tepat jumlahnya disebabkan oleh kekurangan anggaran di pusat. Sebaliknya, Direktur Pembinaan Pendidik dan tenaga Kependidikan (PPTK) Ditjen Dikdas, Kemdikbud, Sumarna Surapranata membantah tudingan PGRI tersebut. Dikatakannya, tidak benar pemerintah pusat kekurangan anggaran. “Jadi, tidak benar bila ada kekurangan seperti yang disebutkan PGRI. Terkecuali, bila ada perubahan dalam jumlah kelulusan guru bersertifikasi dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPMP) Kemdikbud,” kata Sumarna, di Jakarta, Senin (14/1), sebagaimana diberitakan di sini. Ia menjelaskan perhitungan TPG bagi PNS di daerah didasarkan atas gaji pokok. Dalam hal ini pemerintah pusat telah menetapkan besarnya TPG tahun 2013 berdas…

Implementasi Kurikulum 2013 Terancam Molor?

Oleh Srie Implementasi rencana pemberlakuan kurikulum 2013 terancam molor? Bisa jadi. Karena banyak rencana Kemdikbud terkait dengan jadwal persiapan jelang penerapan kurikulum baru yang dimulai pada Juli tahun ini cukup banyak yang belum memperoleh kepastian. Penyebab utamanya, apalagi kalau bukan terkait dengan masalah ketersediaan anggaran dana untuk mendukung realisasi dari sekian rencana yang telah ditetapkan oleh Kemdikbud. Terutama, anggaran untuk pengadaan buku dan pelatihan guru dalam waktu dekat ini yang hingga sekarang masih ditahan oleh DPR. Saat kurikulum baru mulai diwacanakan hingga memasuki tahap uji publik, Mendikbud, Mohammad Nuh merasa begitu yakin bahwa penerapan kurikulum baru akan berjalan lancar dan sesuai dengan target yang direncanakan semula. Masukan atau kritikan dari berbagai unsur masyarakat terutama yang meminta agar rencana pergantian kurikulum jangan dilakukan tergesa-gesa seringkali ditanggapi oleh Mendikbud dengan enteng dan dikatakan bahwa pemberlakuan k…

Banjir Jakarta Hingga Ke Istana, Ibukota Negara Jadi Pindah?

Srie, - Hari Kamis (17/1) kemarin, banjir besar kembali melumpuhkan kota Jakarta. Banyak jalan protokol yang terendam air cukup tinggi 30-120 cm, sehingga banyak yang tidak dapat dilalui oleh jenis kendaraan apapun. Sejumlah kawasan pemukiman tak luput dari sergapan banjir yang membuat lebih dari 10.000 penghuninya di berbagai kelurahan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pusat-pusat pertokoan, juga terkena rendaman air banjir, terutama di sekitar halaman depannya. Stasiun kereta api di Tanah Abang berhenti beroperasi karena rel terendam air lebih dari 50 cm. Balaikota Jakarta, tempat Gubernur DKI Jakarta berkantor pun terkena banjir setinggi lutut orang dewasa.  Tak tanggung-tanggung, banjir siklus lima tahunan kali ini juga menyergap lingkungan istana negara di Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat. Hingga, sedianya Presiden SBY menjamu kunjungan Presiden Argentina, Cristina saat Kamis pagi itu harus ditunda beberapa jam kemudian.  Sambil menunggu banjir surut di sekitar istana, bahka…

Istana Negara Ikut Kebanjiran, SBY Gulung Celana Tunda Kunjungan Presiden Argentina

Srie, - Dugaan semula bahwa hari ini akan terjadi banjir yang cukup besar kian mendekati kenyataan. Banjir besar yang merupakan siklus lima tahunan ini tak luput pula merendam lingkungan istana negara, di mana Presiden SBY tinggal dan berkantor. Pada Kamis (17/1) ini, rencananya Presiden SBY menerima kunjungan kenegaraan Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchmer, namun jamuan untuk menerima tamu istimewa tersebut harus ditunda menunggu banjir surut. Bahkan, Presiden SBY sendiri sempat menggulung celana panjangnya untuk menghindari rendaman air banjir di kompleks istana negara. Ditemani oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa SBY sempat berjalan-jalan menerobos banjir seperti yang terlihat pada foto di atas. Beberapa tahun lalu, Presiden SBY juga sempat turun ke jalan dari kendaraan dinasnya akibat banjir di kawasan Jl. Sudriman Jakarta. Lalu, dengan sepatu yang basah terkena genangan air banjir dan hujan, SBY beralih ke kendaraan jenis jeep untuk menuju ke lokasi yan…