Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Kemdikbud Keluarkan Surat Edaran Transisi RSBI Menjadi Sekolah Reguler, Download Di Sini!


Srie, - Hari Rabu (30/1) kemarin, Mendikbud, Mohammad Nuh, secara resmi mengeluarkan surat edaran terkait kebijakan transisi RSBI. Surat Edaran ini merupakan bagian dari tindak lanjut pertemuan Mendikbud dengan para kepala dinas pendidikan se-Indonesia pada 21 Januari lalu.

Dalam surat yang ditujukan kepada para Gubernur/Bupati/Walikota dan para Kepala Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota tersebut, Mendikbud menegaskan sejumlah kebijakannya terkait pasca putusan Mahkamah Konstkitusi (MK) pada 8/Januari 2013 yang mencabut dasar hukum penyelenggaraan sekolah RSBI.

Dalam surat edaran yang bernomor 017/MPK/SE/2013 tersebut ditegaskan, bahwa secara kelembagaan, status sekolah eks RSBI menjadi sekolah reguler yang pembinaannya dilakukan oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota.

Dengan demikian, penggunaan papan nama, kop surat dan stempel RSBI sudah tidak diperbolehkan lagi dalam proses administrasi atau manajemen sekolah.

"Sekolah reguler itu maknanya sekolah biasa. Selesaikan dulu. Nanti setelah itu pada saat menjelang tahun ajaran baru kita akan menetapkan bagaimana mengelola eks RSBI itu," kata  Nuh usai memberikan keterangan pers di Kemdikbud, Kamis (31/1), sebagaimana diberitakan di sini.

Sementara itu, kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung hingga akhir tahun ajaran berdasarkan Rencana Kegiatan dan Anngaran sekolah (RKAS), dengan mengacu pada Standar Nasional Pendidikan.

Terkait dengan masalah pembiayaan, sekolah eks RSBI diminta untuk menerapkan pengelolaan pembiayaan sekolah reguler dengan manajemen berbasis sekolah. Dalam hal ini, bekas sekolah elit tersebut dilarang untuk melakukan pungutan lagi dari masyarakat yang terkait dengan program RSBI.

Agar menjamin keberlangsungan pendidikan yang bermutu, pihak pemerintah provinsi/kabupaten/kota diwajibkan untuk menyediakan anggaran bagi keperluan sekolah eks RSBI ini.

Selengkapnya, surat edaran tersebut dapat dibaca atau diunduh pada lampiran di bawah ini. Semoga bermanfaat. ***[Srie]



Surat Edaran Perubahan Status RSBI -
Baca Juga

Komentar