Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Sekolah Eks RSBI Mulai Hentikan Bahasa Inggris Sebagai Pengantar


Srie, -  Sepekan setelah keluarnya keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mencabut dasar hukum penyelenggaraan sekolah berlabel RSBI/SBI, sejumlah sekolah yang dikenal elit dan berbiaya mahal itu mulai menghentikan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di kelas.
Di SMPN 1 Garut, Jawa Barat, misalnya, yang tergolong RSBI, kini telah meninggalkan penggunaan sistem bilingual pada kegiatan belajar mengajarnya. Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Garut Bidang Kurikulum, Witono, mengatakan, sejak Senin (14/1) ini, sekolahnya tidak lagi menerapkan penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada guru dan siswa mengenai adanya perubahan tersebut sebagai konsekuensi dari keputusan MK, pekan lalu. Namun, secara umum proses pembelajaran masih berlangsung sebagaimana biasanya.
“Yang paling menonjol dari RSBI memang penggunaan Bahasa Inggris-nya sebagai pengantar di kelas. Dan, sepertinya langkah (penghentian) ini yang paling mudah dilakukan pertama. Sekolah memang belum bisa berubah secara keseluruhan karena masih menunggu perintah dari kemendikbud juga,” kata Witono, di Garut, Senin (14/1), sebagaimana diberitakan di sini.
Ia menambahkan, pengehentian inidilakukan pada pelajaran Matematika, Fisika dan Biologi yang selama ini menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Meski begitu, menurutnya, jam pelajarannya dialihkan menjadi praktek yang terkait dengan penerapan materi pelajaran yang tergolong MIPA tersebut.
Hal yang sama terjadi pada SMKN 1 Garut yang juga termasuk RSBI. Menurut Kepala Sekolahnya, Dadang Jorhar Arifin, usai dicabutnya dasar hukum RSBI oleh MK, saat ini intensitas penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di kelas menjadi berkurang.
Namun demikian, kata Dadang, sekolahnya akan tetap mempertahankan mutu pembelajaran, karena secara umum tidak akan terjadi perubahan kurikulum secara mendasar. Saat ini, pihaknya masih menunggu petunjuk langsung dari pihak kemendikbud pasca pembubaran satus RSBI.
Dalam putusannya, Selasa (8/1) pekan lalu, selain menilai RSBI berlaku diskriminatif, MK memandang penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar utama dalam proses pembelajaran di RSBI sebagai hal yang berlebihan.
Disebutkannya, penerapan Bahasa Inggris dalam pengantar setiap pelajaran di RSBI berpotensi dapat menjauhkan dunia pendidikan kita dari jati diri bangsa. Alasannya,  karena bahasa adalah bagian dari budaya bangsa. [Baca: MK:RSBI Bubar!] *** [Srie]

Baca Juga

Komentar