Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2013

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Kurang Jam Mengajar, Guru Sertifikasi Cukup Bayar 50-100 Ribu per Bulan?

Srie, - Peraturan Kemdikbud yang mengharuskan guru yang sudah tersertifikasi mengajar minimal 24 jam per pekan, agaknya tidak selalu berjalan mulus.
Pasalnya, ketika kewajiban itu diterapkan pada guru, maka banyak cara guru untuk mengakalinya agar memenuhi persyaratan untuk menerima tunjangan profesi setiap tiga bulan sekali.
Di Bukttinggi, Sumatera Barat, misalnya, kekurangan jam mengajar sejumlah guru diakali dengan cara sistem arisan mengajar.
Dalam hal ini, guru giliran mengajar, sehingga seolah masing-masing guru memiliki 24 jam mengajar per pekan. [Baca: Penuhi 24 Jam Mengajar, Guru Gunakan Sistem Arisan Mengajar. Mungkinkah?]
Di luar itu, ada pula cara lain yang digunakan oleh oknum guru tersertifikasi untuk mengakali kekurangan jam mengajarnya.
Modusnya, antara lain, adalah dengan cara memanfaatkan jam mengajar guru honorer di sekolah, terutama di sekolah swasta, agar kekurangan jam mengajar menjadi terpenuhi.
Sebut saja Asep (bukan nama sebenarnya), seseorang yang mengaku t…

Uang Tabungan Dipakai Bayar Guru Les Bahasa Asing, Siswa SMKN 48 Jakarta Demo

Srie, - Gara-gara uang tabungannya digunakan oleh pihak sekolah untuk membayar gaji guru bahasa asing, ratusan siswa SMKN 48 Klender, Jakarta Timur, berunjuk rasa di lapangan sekolah pada hari Selasa (26/2). Sedianya, uang yang ditabungkan sejumlah Rp 360.000 per siswa Kelas XI itu akan digunakan untuk biaya karya wisata saat naik kelas XII.  Tapi, oleh pihak sekolah uang tersebut dipakai untuk pelunasan tunggakan selama lima bulan biaya honor guru (native speaker) bahasa Inggris dan bahasa Mandarin. “Masalah uang tabungan BOP menjadi bahan pertanyaan bagi sebagian besar kalangan siswa kelas XII. Kami bingung soal rincian biaya kelas bahasa Inggris itu seperti apa,”kata Tridi Handayani, Ketua OSIS SMKN 48, Selasa (26/2), saat usai berunjuk rasa. Tridi mengatakan, para siswa baru mengetahui uang tabungannya digunakan untuk keperluan lain setelah sekolah mengadakan pertemuan dengan orangtua murid, pada Sabtu (23/2), pekan sebelumnya. Aksi unjuk rasa siswa, kata Tridi, adalah murni dilakukan…

Penuhi 24 Jam Per Pekan, Guru Gunakan Sistem Arisan Mengajar. Mungkinkah?

Srie, - Mendikbud, Mohammad Nuh mengatakan tidak mungkin ada sistem arisan yang dapat memenuhi kuota mengajar guru sebanyak 24 jam per pekan.
Menurut Nuh, sistem arisan yang digunakan oleh para guru dalam menyiasati persyaratan jam mengajar minimal guru tersertifikasi agak susah diterapkan, karena dipastikan ada guru ysang tetap tidak kebagian minimal 24 jam mengajar.
“Kalau sistem arisan, rasa-rasanya agak susah. Karena ada yang tidak dapat. Rasa-rasanya tidak mungkin ada arisan kuota mengajar. Tapi nanti akan kita cek ke lapangan untuk memastikannya,” kata Nuh, Rabu (27/2), di Jakarta.
Pernyataan Nuh ini merupakan tanggapan atas adanya arisan mengajar yang dilakukan oleh para guru yang telah memperoleh sertifikat profesional di Bukittinggi, Sumatera Barat.
Sesuai dengan aturan Kemdikbud, guru yang sudah tersertifikasi harus mengajar minimal 24 jam per pekan. Bila tidak demikian, maka tunjangan sertifikasi yang seharusnya didapat, akan tertahan atau bahkan tidak bisa dicairkan sama sek…

Mahfud MD: Siapapun Dia, Anas atau Bukan, Kalau Korupsi Sikat Saja!

Srie, - Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Mahfud MD kembali melontarkan pernyataan yang cukup keras dan tegas.
Kali ini, ia memberikan tanggapannya terkait penetapan status tersangka oleh KPK kepada mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, pada Jum’at (22/2), pekan lalu.
“Saya tegaskan, yang urusan hukum itu tetap harus jalan. Saya termasuk orang yang keras. Pokoknya, kalau sudah korupsi jangan diampuni. Siapapun dia, apakah Anas atau bukan, kalau korupsi sikat saja,”tegas Mahfud, Selasa (26/2) kemarin, usai acara peresmian Gedung Pendidikan Pancasila dan Konstitusi di Cisarua, Bogor, Jawa Barat.
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan, saat ini negara akan ambruk, sehingga jangan karena alasan teman korupsi, lalu berusaha ditutup-tutupi. Ucapan Mahfud ini terkait dengan posisi Anas yang alumni HMI dan kini masih menjabat sebagai anggota Presidium KAHMI.
Saat ditanya terkait kunjungannya ke rumah Anas ketika telah bersta…

Terlalu Sibuk Urus Kurikulum 2013, Pelaksanaan UKA 2013 Mundur

Srie, - Akibat terlalu sibuk mengurusi persiapan implementasi Kurikulum 2013, program uji kompetensi awal (UKA) guru calon perserta sertifikasi tahun 2013 terancam mundur.
Jika pada tahun 2012 lalu UKA dilaksanakan pada bulan Februari, maka hingga pekan terakhir bulan Februari tahun ini belum ada persiapan yang cukup serius.
Institusi yang selama ini menangani pelaksanaan UKA, yaitu Badan Pengembangan Sumber Daya manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP), hingga saat ini belum melakukan langkah-langkah persiapan yang cukup mencolok.
Kepala Pusat Pengembangan Profesi Pendidik BPSDMP-PMP, Kemdikbud, Unifah Rosyidi, mengakui bahwa pihaknya memang masih konsentrasi pada program penerapan kurikulum baru yang akan dimulai pada Juli tahun ini.
“Kita belum bisa menjelaskan soal persiapan pelaksanaan UKA (tahun ini). Belum ada persiapan signifikan UKA yang telah ditetapkan,” kata Unifah, Senin (25/2) kemarin, di Jakarta.
Unifah menambahkan, pada tahun  lalu UKA digelar pada tan…

Guru Asal Belanda: Bahasa Indonesia Lebih Unggul Dibanding Bahasa Inggris

Srie, - Masih ingat, bahasa Inggris pernah digunakan sebagai bahasa pengantar utama dalam pengajaran di sekolah bekas RSBI? Kini, bahasa pengantar asing itu tidak lagi digunakan pasca keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mencabut landasan hukum penyelenggaraan RSBI, pada awal Januari lalu. Namun, ada baiknya untuk masih mau mendengar pendapat dari guru, pemerhati dan praktisi pendidikan dari Belanda, Annie Makkink, mengenai bahasa pengantar tersebut. Menurut Annie, penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar di sekolah dinilai lebih unggul bila dibandingkan dengan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya. Sarjana psikologi dari Universitas Groningen Belanda ini, menjelaskan keunggulan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar dibandingkan bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Ia mencontohkan, bahasa Indonesia lebih unggul digunakan sebagai bahasa pengantar pada mata pelajaran Matematika. Misalnya, kata dia, untuk menjelaskan perkalian dalam Matematika, anak cukup mengetahui…

Hasil UKA dan UKG, Kompetensi Guru Lebih Buruk Dari Laporan Aljazeera?

Srie,- Jum’at (22/2) pekan lalu, program 101 East, milik kelompok media Aljazeera sempat merilis sebuah laporan hasil investigasi mengenai sistem pendidikan di Indonesia, dengan judul “Educating Indonesia”.
Intinya, laporan ditulis untuk mengetahui jawaban atas pertanyaan “mengapa pendidikan Indonesia menempati salah satu peringkat terburuk di dunia?”
Sebuah laporan investigasi yang didasarkan atas hasil survei lembaga Pearson ini,  menyebutkan sejumlah penyebab terpuruknya sistem pendidikan di Indonesia.
Salah satunya, adalah masih buruknya tingkat kompetensi guru yang mengajar di sekolah-sekolah di Indonesia. [Baca: Ketika Aljazeera Ikut Bertanya: Mengapa Pendidikan Indonesia Terburuk di Dunia?]
Dilaporkan, bahwa hanya sekitar separuhnya saja atau 51 persen guru yang mengajar di Indonesia yang memiliki kompetensi yang tepat untuk dapat mengajar dengan baik dan profesional.
“Only 51 percent of Indonesian teacher have the right qualifications to teach,” demikian salah satu kutipan lapo…

Mendikbud Bantah Tudingan Kurikulum 2013 Gersang Budaya

Srie, - Mendikbud, Mohammad Nuh, membantah tudingan sejumlah pihak, yang mengatakan bahwa Kurikulum 2013 gersang dari nilai-nilai budaya, karena isinya cuma menekankan pada aspek kognitif, logika ilmiah dan sains semata. Ia pun membantah anggapan pihak tertentu yang mengatakan bahwa pembentukan sikap tidak bisa dilakukan melalui mata pelajaran, seperti Matematika atau Kimia sesuai dengan apa yang terdapat pada Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) Kurikulum 2013. Nuh mengatakan, bahwa desain Kurikulum 2013 tidak hanya menekankan pada aspek kognitif semata, tapi sekaligus juga untuk mengatasi kegersangan budaya. Menurutnya, kegersangan budaya, akan berakibat pada munculnya perilaku yang tidak berbudaya. Antara lain, terlihat dari lontaran kata-kata atau pernyataan kasar seseorang yang tidak berdasar. “Perilaku tidak berbudaya itu, ada pada kehidupan sehari-hari. Kurikulum 2013 justru didesain untuk mengatasi kegersangan budaya,” kata Nuh, usai meresmikan Politeknik Banyuwangi me…

Ketika ALJAZEERA Ikut Bertanya: Mengapa Pendidikan Indonesia Terburuk di Dunia?

Srie, - Pendidikan di Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional. Kali ini, sebuah program "101 East", milik Aljazeera, telah melakukan investigasi, kemudian mengulasnya dalam judul "Educating Indonesia" untuk mengetahui alasan mengapa pendidikan Indonesia menempati peringkat terburuk di dunia.
“101 East investigates why Indonesia's education system is one of the worst in the world,” demikian bunyi sub judul,  yang dilansir pada Jum’at, 22 Februari 2013.
Tampaknya, laporan Aljazeera hanya melanjutkan dari hasil survei yang dilakukan oleh Pearson, sebuah lembaga survei pemeringkat pendidikan dunia. Pada publikasi November 2012 lalu, Pearson menyebutkan peringkat pendidikan Indonesia berada pada urutan terbawah, atau nomor urut 40 dari 40 negara di dunia yang disurvei.


Pearson sendiri menggunakan sejumlah data yang telah dirilis oleh lembaga lain, seperti data PISA tahun 2009, data TIMSS 2007 dan data PIRLS tahun 2006. termasuk pula, data tingkat literas…