Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Skandal Contek Massal Harvard, Ratusan Mahasiswa di-Skors


Kampus Harvard, AS
Srie, - Akhirnya, pihak Universitas Harvard, Amerika Serikat, memberikan sanksi akademis kepada 125 mahasiswa yang dinilai telah melakukan aksi contek massal saat mengerjakan ujian akhir semester pada tahun lalu.
Dekan Fakultas Seni dan Ilmu Pengetahuan, Michael D. Smith mengatakan, Dewan Integritas Akademik telah menyelesaikan kasus yang berkaitan dengan dugaan kecurangan saat ujian mata kuliah “Introduction to Congress” yang boleh buka buku dan dikerjakan di rumah (take home).
Lebih dari separuh mahasiswa yang kebanyakan ikut tim olahraga kampus, seperti tim basket, bisbol, sepak bola dan hoki itu telah diskors untuk jangka waktu rata-rata dua hingga empat semester. Selain itu, mereka pun dikenai hukuman percobaan untuk disiplin.
Dalam sebuah email yang dikirimkan ke wartawan BBC, Smith mengatakan, lebih dari setengah mahasiswa yang terlibat kasus contek massal ini berakhir dengan permintaan untuk mundur dari Harvard.
Smith menambahkan, sebuah komite internal kampus mengedepankan rekomendasi untuk mempromosikan kejujuran dalam institusi pendidikan terkemuka ini.
"Saat ini adalah waktu untuk melakukan instropeksi ke dalam dan beraksi. Kami bertanggung jawab untuk menciptakan komunitas dimana siswa kami belajar dan kita semua tumbuh sebagai cendekia.'' ujar Smith, sebagaimana diberitakan di sini.
Sebuah media kampus, Sports Illustrated mengungkapkan, dari sekian mahasiswa yang diskors kemudian memilih untuk mengundurkan diri itu adalah wakil kapten tim basket kampus Harvard, Kyle Casey.
Ia memutuskan lebih baik mundur dari kampusnya dari pada harus melanjutkan kuliah dengan status sebelumnya pernah dikenai hukuman oleh pihak kampus.
Sementara itu, sang kaptem tim basket kampus, Brandyn Curry, sebagaimana diberitakan oleh Boston Herald,  telah memutuskan untuk mengambil cuti satu tahun sebelum sanksi skors dijatuhkan kepadanya.
Sejak lama, dari tahun ke tahun, Harvard selalu dinobatkan sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi terbaik yang dimiliki oleh Amerika Serikat. Paling tidak, selama lima tahun terakhir, Harvard selalu menyabet gelar sebagai lembaga pendidikan tinggi nomor satu versi US News & World Report.
Prestasi tim olahraga kampus Harvard juga dikenal sangat popular dan kian menanjak di negeri paman Sam itu. Tim sepakbola Harvard memenangi kejuaraan Ivy League pada tahun lalu, sedangkan tim bola basketnya telah berhasil menembus turnamen bola basket NCAA untuk pertama kalinya dalam 46 tahun terakhir.
Drew Fraust, Rektor Harvard
Dalam pidato penyambutan mahasiswa baru angkatan 2013, Rektor Harvard, Drew Fraust menegaskan, tidak ada kompromi akademis yang akan dibuat bagi para mahasiswanya yang banyak menjadi atlet terkenal itu.
Menurut Fraust, pengalaman mereka di Harvard sebagian besar ditentukan oleh pekerjaan yang mereka lakukan sendiri.
“Kesuksesan dan prestasi apapun yang mereka raih, selalu terkait dengan integritas mereka,” tegasnya, sebagaimana diberitakan di sini.
Kasus contek massal ini merupakan skandal terbesar yang menimpa kampus elit di negeri yang memiliki presiden bernama Barack Obama itu. Pada awalnya, kasus ini sempat hendak ditutup-tutupi oleh sejumlah pejabat kampus, bahkan sempat ada bantahan. Termasuk di dalamnya,  pihak rektorat yang semula lebih memilih bungkam.
Kasusnya sendiri, pertama kali muncul ketika seorang asisten dosen menyadari adanya keanehan dalam lembar jawaban ujian. Disebutkan, dalam lembar jawaban ujian yang dikerjakan di rumah itu terdapat paragraf yang persis sama antar jawaban mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lainnya.*** [Srie]


Baca Juga

Komentar