Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Ini, Contoh Buku Tematik Integarif untuk Anak SD!


Srie, - Salah satu ciri Kurikulum 2013 adalah proses pembelajaran menggunakan pendekatan tematik integratif. Artinya, materi pelajaran diberikan kepada siswa berdasarkan tema-tema tertentu secara terpadu.
Proses pembelajaran tidak lagi berdasarkan pemberian materi pelajaran secara terpisah-pisah sebagaimana yang selama ini dilakukan oleh guru di kelas.
Pendekatan tematik integratif terlihat jelas saat Mendikbud, Mohammad Nuh, memperlihatkan sebuah contoh buku yang akan menjadi pegangan bagi siswa kelas 1 SD.
Dalam buku yang bersampul warna dominan biru itu, terlihat jelas isinya tidak lagi berdasarkan masing-masing mata pelajaran.
Akan tetapi, isinya mengacu pada tema-tema tertentu. Misalnya, sebuah buku berisikan sejumlah tema, antara lain “Diriku Jujur, Tertib dan Bersih”, “Lingkungan Bersih, Indah dan Asri”, dan seterusnya.
Nuh mengatakan, dalam materi tematik integarif, satu tema tertentu akan mencakup berbagai substansi mata pelajaran, seperti Bahasa Indonesia, Matematika dan Pendidikan Kewarganegaraan.
“Ini, temanya ‘Diriku Jujur, Tertib dan Bersih’. Ini juga, contoh lain “Lingkungan Bersih, Indah dan Asri,” kata Nuh sambil memperlihatkan beberapa contoh buku SD kepada wartawan, saat jumpa pers usai penutupan acara Rembuknas 2013, Selasa (12/2) sore.
Ia menjelaskan, untuk buku kelas 1 SD terdapat 8 tema, sedangkan buku kelas 4 SD memiliki 9 tema, di tambah 6 buku agama.
Satu tema yang terdapat pada buku itu, kata Nuh, diperkirakan akan diajarkan oleh guru selama empat minggu.
Mantan Rektor ITS ini menambahkan, peserta didik kelas 1 SD dinilai belum saatnya membaca, dan (terutama) menulis. Makanya, kata dia, isi buku untuk kelas 1 SD lebih banyak gambarnya yang berwarna-warni.
“Ini contoh-contohnya, bagus gambarnya warna warni, dan anak langsung kerjakan di sini,” katanya sambil menunjukkan ke arah isi buku yang dimaksud.
Pada buku itu, kata Nuh, anak sudah diperkenalkan terhadap angka dan huruf. Karena, para siswa memang baru belajar membaca dan menulis.
“Ini, adalah contoh-contoh buku yang sudah kita siapkan,” ujarnya.
Hal lain yang menarik dari contoh buku baru itu adalah upaya pengenalan sejak dini kepada anak SD mengenai keragaman yang terdapat pada masyarakat Indonesia.
Antara lain, dengan cara memperkenalkan sejumlah nama tokoh dalam tema cerita yang mencerminkan asal daerah tokoh yang bersangkutan.
Misalnya, jelas Nuh, nama Siti yang dianggap mewakili masyarakat Jawa, nama Beni dari Batak (Sumatera), nama Lina (Manado), Udin (Sunda), Dayu (Bali) dan Edo (Papua). Termasuk pula, adalah pengenalan beragam wajah yang berbeda-beda.
“Wajahnya beda-beda. Artinya, dari awal yang ingin kita bangun representasi dari Indonesia. nama agama pun juga ada di sini,” jelasnya.
Ada juga buku yang memuat materi kesenian. Menurut Nuh, materi ini akan diajarkan pada pelajaran “Ayo Menyanyi”. Sementara itu, untuk materi kebersihan akan diajarkan melalui pelajaran “Sikat Gigi”.
“Tempat ibadah pun juga kita perkenalkan semuanya, seperti masjid, gereja, pura dan kelenteng. Tapi, ini bukan pelajaran agama. Pelajaran agama ada tersendiri. Ini pelajaran non agama,” tandasnya.
Terkait pencetakan buku itu sendiri, Nuh memastikan, akan rampung seluruhnya pada akhir Februari ini. Buku ini akan dijadikan pula sebagai bahan pelatihan guru yang dijadwalkan mulai bulan Maret. *** [Srie]

Baca Juga

Komentar