Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

Saat Mengajar di Kelas, Guru Akan Didampingi LPTK dan LPMP


Srie, - Penerapan Kurikulum 2013 yang akan berlangsung mulai Juli nanti, tidak hanya disiapkan dengan cara melatih guru. Namun, Kemdikbud akan memberikan pendampingan kepada guru yang mengajar dengan kurikulum baru.
Mendikbud, Mohammad Nuh mengatakan, pelatihan guru dengan lama 52 jam pertemuan dianggap belum cukup untuk mempersiapkan guru agar mampu menerapkan kurikulum baru
Menurutnya, saat mengajar di kelas, guru akan didampingi pula secara intensif oleh perwakilan dari LPTK, LPMP dan Kemdikbud.
“Guru belajar terus-menerus. Tidak langsung latihan 60 jam terus langsung berubah. Enggak seperti itu. Akan ada pendampingan itu tadi,” kata Nuh, di kantornya, Rabu (13/2).
Nuh menjelaskan, setelah guru menjalani pelatihan, maka akan dilakukan tiga macam bentuk pendampingan. 
Yaitu, pertama, pendampingan yang dilakukan oleh pihak LPTK dan LPMP yang secara fisik kehadirannya langsung berada di kelas saat guru mengajar.
Hal ini dilakukan, lanjut Nuh, untuk melihat secara langsung bagaimana guru mengajar, sekaligus dapat mengetahui bagaimana kelebihan dan kekurangan guru saat mengajar dengan menggunakan metode tematik integratif kurikulum baru.
“Didampingi secara fisik, dan terlibat dalam kegiatan belajar mengajarnya, sehingga bisa tahu plus minus guru itu sendiri,” ujarnya.
Bentuk pendampingan kedua, kata Nuh, adalah membuka layanan secara online bagi guru bila ingin menyampaikan permasalahan yang dihadapi saat mengajar di kelas. 
Caranya, guru bisa menyampaikan permasalahan tersebut melalui pesan singkat (SMS) atau e-mail.
"Kalau ada permasalahan bisa disampaikan, baik sms maupun e-mail. Ini cara pendampingan yang kedua," tuturnya
Sedangkan bentuk pendampingan yang ketiga, adalah bahan-bahan materi tulisan semacam tips praktis mengajar yang akan disiapkan oleh Kemdikbud melalui situs internet yang dimilikinya.
Dengan adanya materi tulisan ini, kata Nuh, diharapkan guru dapat menyelesaikan masalah yang dihadapinya di lapangan.
“Guru bisa melihat atau mengunduh bahan tersebut sehingga dapat dipraktikkan pada saat mengajar,” pungkasnya. *** [Srie]
Baca Juga

Komentar