Langsung ke konten utama

Selamat Datang di Kelas Digital Sejarah

Selamat datang di Kelas Digital Pelajaran Sejarah SMAN 2 Kuningan. Ini merupakan media pembelajaran Sejarah yang diampu oleh guru Dra. N. Sri Endang Susetiawati, M.Pd.

Dengan media Kelas Digital Sejarah ini, diharapkan siswa dapat melakukan proses belajar secara lebih mudah, intensif dan dapat dilakukan kapanpun, baik saat berada di sekolah maupun saat usai pulang sekolah.

Kelas Digital Sejarah merupakan media komunikasi dalam proses pembelajaran Sejarah yang dapat diakses melalui handphone, komputer atau laptop.

Melalui Kelas Digital ini, guru akan memberikan konten belajar, baik berupa teks, foto, video atau dokumen lainnya yang diharapkan dapat direspon oleh siswa dengan memberikan komentar atau berdiskusi.

Melalui Kelas Digital pula guru akan memberikan penugasan, ulangan secara online, serta pengumuman.

Tugas dapat dilaporkan oleh siswa melalui media Kelas Digital pula dengan cara mengunggah file penugasan.

Sementara itu, hasil ulangan secara online akan memudahkan guru untuk me…

UN 2013, Bobot Soal 10 Persen Lebih Sulit


Srie, - Kemdikbud akan menaikkan proporsi bobot soal Ujian Nasional (UN) 2013 dengan kategori sulit sebesar 10 persen.

Jika pada tahun sebelumnya proporsi bobot soal UN adalah kategori soal muidah 10 persen, kategori soal sedang 80 persen dan kategori soal mudah 10 persen, maka pada tahun ini proporsinya adalah 10 persen soal mudah, 70 persen soal sedang dan 20 persen soal sulit.

“Dengan penambahan jumlah soal yang sulit itu, maka komposisi bobot soal UN 2013 ini menjadi 10 persen mudah, 70 persen sedang, dan 20 persen sulit,” kata Kepala Balitbang,Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, Jum’at (8/3), di Jakarta.

Khairil mengakui, selama ini banyak pihak yang mengkritisi soal UN yang dinilainya terlalu mudah. Ia kemudian membandingkan materi soal UN dengan materi soal yang ada pada TIMSS (Trends in International Mathematics and Science Study) dan PISA (Programme for International Student Assessment).

“Bila dibandingkan dengan soal yang terdapat pada TIMSS  dan PISA, masih ada beberapa materi soal yang belum diujikan dalam UN,” ujarnya.

Menurut Khairil, lebih mudahnya soal UN dapat dilihat pada tingkat persentase kelulusan UN di Indonesia yang sangat tinggi. Ia mencontohkan, untuk tingkat SMA, tingkat kelulusannya mencapai angka 95,5 persen atau hanya 4,5 persen saja yang tidak lulus UN.

“Bukan berarti kami ingin banyak yang tidak lulus, tetapi kami juga ingin meningkatkan grade peserta didik. Jangan sampai karena khawatir banyak yang tidak lulus, lalu kita tidak tingkatkan mutu UN kita,” imbuhnya.

Meski tahun ini soal UN sedikit lebih sulit, namun ia tetap berharap agar nilai UN yang diperoleh siswa akan lebih baik lagi dibanding nilai UN tahun sebelumnya.

Andai harapan itu benar adanya, ujar Khairil, hal itu berarti siswa sebenarnya telah mampu menjawab soal UN meskipun bobot soalnya sedikit lebih sulit.

“Kalau seperti itu tidak menutup kemungkinan jika tahun depan kami naikkan lagi persentase soal yang sulit. Kita harus berani. Jika tidak, kapan lebih maju?” tuturnya.

Namun begitu, Khairil menjelaskan, penambahan bobot soal yang lebih sulit pada UN setiap tahunnya tidak dilakukan secara drastis. Menurutnya, penambahan tingkat kesulitan soal akan mempertimbangkan pula hasil UN yang diperoleh siswa pada tahun sebelumnya.

“Kami tidak berani mengubahnya tiba-tiba, (misalnya) dengan perbandingan 50 persen soal sulit dan 50 persen soal sedang dan mudah. Kami lakukan secara perlahan sambil mengukur dan menjajaki seberapa besar kemampuan anak-anak,” pungkasnya.

Untuk diingat lagi, peningkatan proporsi bobot soal yang lebih sulit 10 persen pada pelaksanaan UN tahun ini merupakan salah satu perbedaan dibandingkan dengan UN tahun sebelumnya.

Perbedaan lainnya adalah variasi soal yang lebih banyak, yaitu jika UN tahun lalu hanya 5 variasi soal, maka UN tahun ini terdapat 20 variasi soal. Kecuali, untuk UN SD yang tetap sebanyak 5 variasi soal saja.

Penerapan sistem barcode pada naskah soal dan lembar jawaban UN adalah perbedaan lainnya yang terdapat pada UN 2013 dibandingkan UN tahun sebelumnya.

Untuk tahun ini, jadwal UN tingkat SMA/sederajat akan dilaksanakan pada tanggal 15-18 April 2013. UN tingkat SMP/sederajat diselenggarakan pada tanggal 22-25 April 2013, dan untuk tingkat SD/MI, UN diadakan pada tanggal 6-8 Mei 2013.*** [Srie]

Baca Juga

Komentar

  1. Informasinya sangat inofatif

    BalasHapus
  2. Informasinya sangat mendidik sekali

    BalasHapus
  3. Terima kasih dengan infonya yang sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Informasi yang sangat mengesankan dan bermanfaat

    BalasHapus
  5. Info yang sangat menarik sekali

    BalasHapus
  6. Website yang sangat amat bagus sekali

    BalasHapus
  7. Mantap banget informasi ini sangat membantu sekali

    BalasHapus
  8. terimakasih atas informasi yang sudah diberikan dan salam sukses

    BalasHapus
  9. terima kasih telah berbagi informasi

    BalasHapus
  10. Info yang diberikan bagus dan luar biasa

    BalasHapus
  11. Terima kasih info yang diberikan lengkap dan bagus

    BalasHapus
  12. info ini sangat bagus dan mudah dipahami

    BalasHapus
  13. terima kasih sudah share, di tunggu informasi berikutnya

    BalasHapus

Posting Komentar

Kami menghargai komentar yang relevan dengan konten tulisan, menggunakan bahasa yang baik dan sopan, dan tidak mengandung unsur kebencian berdasarkan SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).